Sunday, April 8, 2012

Payudara Hewitt "Diperkecil" Demi Iklan

Tampil di sebuah iklan, biasanya tubuh para artis "dipermak" dengan software agar terlihat lebih seksi. Tapi, hal ini tak berlaku bagi Jennifer Love Hewitt. Justru sebaliknya, ukuran payudaranya dibuat lebih kecil.

Dalam iklan tersebut ia mengenakan baju tidur seksi warna hitam. Secara digital, payudaranya yang berukuran DD, diperkecil. Walaupun begitu, aktris yang terkenal melalui film "I Know What You Did Last Summer" ini tak merasa keberatan.

"Menonjolkan keseksian dan menjadi provokatif bukanlah sesuatu yang aku inginkan. Aku tak terlalu memikirkannya," kata Jennifer Love Hewitt, seperti dikutip tabloid The Sun.

Iklan tersebut dibuat untuk mempromosikan serial televisi The Client List. Dalam film tersebut, Hewitt berperan sebagai seorang istri yang berkerja sebagai pelacur kelas atas demi memperbaiki ekonomi keluarga.

Pihak Entertainment Weekly, yang memodifikasi foto Hewitt, juga tak memberikan pemberitahuan sebelumnya. Tak heran kalau Hewit sangat kaget saat melihat iklan tersebut muncul.

"Aku tak yakin sebenarnya apa yang terjadi, tapi sepertinya ada yang ingin aku memperkecil payudara," kata Hewitt.

Pemrograman Web STIKI memang setsuatu banget

Wednesday, March 14, 2012

Penyakit Mengangguk Serang Uganda

Ini adalah dukungan kecil untuk Pemrograman Web STIKI, Uganda membuka klinik pertama khusus menangani ribuan anak-anak yang mengalami kondisi fatal misterius yang dikenal dengan nama "sindrom mengangguk". Klinik itu dibuka di wilayah Uganda utara, tempat penyakit ini menyebar luas.
Penyebab penyakit ini belum jelas, tetapi hanya mengenai anak-anak. Penderita akan mengalami serangan pingsan tiba-tiba, pertumbuhan fisik dan mental yang terganggu, dan kebiasaan untuk terus mengangguk-angguk.

Penyakit ini juga dialami warga yang tinggal di Sudan selatan dan Tanzania. Lebih dari 200 anak-anak dibawa ke klinik tersebut di hari pertama dibuka pada Senin (12/3) kemarin. Para pekerja medis mengatakan mereka tidak bisa menawarkan perawatan maupun penyembuhan sampai dokter menemukan penyebab penyakit ini.
Komisaris Kesehatan Uganda, Dr Anthony Mbonye mengatakan setidaknya mereka bisa membantu anak-anak yang mengidap penyakit ini dengan menangani gangguan syrafnya. Obat antiepilepsi sejauh ini cukup efektif menangani pasien sindrom mengangguk ini, demikian menurut Badan Kesehatan Dunia WHO.
Sindrom mengangguk ini pada tingkat yang sangat parah akan menyebabkan anak-anak kejang tak terkontrol dan akhirnya meninggal. Kementerian Kesehatan Uganda mencatat adanya 3000 kasus dan 200 kematian sejak 2010